Jum'at, 17 Juni 2011 | 15:35 WIB
TEMPO Interaktif, Sidoarjo - Ratusan siswa Sekolah Dasar Al Muslim, Wadungsari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 17 Juni 2011, menggalang Gerakan Jangan Takut Jujur.
Acara yang diselenggarakan di depan halaman sekolah itu ditujukan untuk mendukung Alif Achmad Maulana, siswa SD Negeri Gadel II Surabaya dan ibunya, Siami. Keduanya dinilai sebagai ikon kejujuran setelah membongkar contek massal di sekolah Alif.
Acara yang diselenggarakan di depan halaman sekolah itu ditujukan untuk mendukung Alif Achmad Maulana, siswa SD Negeri Gadel II Surabaya dan ibunya, Siami. Keduanya dinilai sebagai ikon kejujuran setelah membongkar contek massal di sekolah Alif.
"Acara ini merupakan spontanitas siswa. Mereka berempati atas keberanian Alif dan ibunya, Siami," kata Kepala SD Al Muslim, Fatimatus Zahro.
Fatimatus Zahro berharap siswanya, juga siswa di sekolah lainnya, meneladani sikap Alif yang tetap memperjuangkan kejujuran meski harus terusir dari kampungnya. Begitu juga sosok Siami sebagai ibu rumah tangga yang bersemangat mengungkapkan praktik kecurangan.
Para siswa bersujud syukur sebagai ungkapan atas keputusan Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh yang batal mewajibkan Ujian Nasional ulang bagi siswa SD Negeri Gadel II.
Dalam acara tersebut, para siswa berbaris dan membentuk tulisan: "Jangan Takut Jujur." Mereka juga menulis surat simpatik kepada Alif dan Siami.
"Jujur dan kebenaran adalah bahasa kami," tutur Salsabila, salah seorang siswa Sekolah Dasar Al Muslim. Ia juga menyerukan agar kejadian serupa tak terulang kembali.
"Jujur dan kebenaran adalah bahasa kami," tutur Salsabila, salah seorang siswa Sekolah Dasar Al Muslim. Ia juga menyerukan agar kejadian serupa tak terulang kembali.
EKO WIDIANTO
Sumber : http://www.tempointeraktif.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar