Selamat datang di SMP IT Atsaqibiyah On line

Jumat, 17 Februari 2012

Berkat Bidikmisi Syamsul Berani Bercita-cita

02/09/2012
Menjadi tulang punggung keluarga di usia yang masih sangat muda dan selalu hidup dalam kemiskinan, membuat Syamsul (20) tidak pernah membayangkan mendapat kesempatan kuliah di perguruan tinggi. Namun beasiswa Bidikmisi yang ia terima memberinya kesempatan untuk berjuang meraih masa depan yang lebih baik dan memutus rantai kemiskinan di keluarganya. "Sekarang saya berani bercita-cita, saya ingin menjadi dosen." ungkap Syamsul. Ia sekarang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika di Universitas Jambi (UNJA).
Di usia yang masih sangat muda Syamsul dan lima orang adiknya sudah berpisah dengan ayahnya karena perceraian orang tuanya. Ibunya berjuang sendirian menghidupi enam orang anaknya di tengah himpitan kemiskinan. Rumah papan yang sangat sederhana di kelurahan Kenali Besar, kecamatan Kota Baru, kota Jambi menjadi tempat tinggal keluarga Syamsul. Setelah ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu, Syamsul dipaksa keadaan menjadi kepala keluarga. Ia bersama adik-adiknya berjuang untuk sekedar bertahan hidup dan tidak berani bercita-cita tinggi.
Tidak pernah terbersit di benak Syamsul bahwa suatu saat ia akan kuliah di perguruan tinggi. Apalagi dua orang adiknya terpaksa putus sekolah karena alasan ekonomi. Prestasinya yang bagus di bangku sekolah bisa tidak berarti juga ia hanya lulus SMA saja. Saat ini mencari pekerjaan yang layak dengan modal ijasah SMA sangatlah sulit, kata mahasiswa bertubuh langsing ini.
Namun keadaan menjadi lebih cerah bagi Syamsul ketika tahun 2011 yang lalu ia memperoleh beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. Syamsul diterima di Universitas Jambi, sebuah perguruan tinggi negeri yang ternama di kotanya, sebagai mahasiswa penerima Bidik Misi. Beasiswa yang ia terima cukup untuk membayar SPP kuliahnya dan sedikit membantu untuk keperluan hidup sehari-hari. Untuk menambah penghasilan, saat ini ia kuliah sambil bekerja memberi les privat kepada anak-anak tetangganya. Semua ia lakukan demi mengejar cita-citanya menjadi dosen. (JS/NW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar